This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 20 Maret 2016

TUGAS 2 Manajemen Layanan Sistem Informasi


Hallo Sahabat HafiidhShare, gimana kabar kalian ?
Kali ini saya akan memposting tengtang Six Sigma, Dan Contoh Metode yang Digunakan untuk meningkatkan proses yang menjadi key steps pada Six Sigma. Nah apa itu Six Sigma? mau tau.. nih saya kasih tau

Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management ( TQM ), Six Sigma sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan mehilangkan biaya.
Six sigma juga disebut sistem komprehensive - maksudnya adalah strategi, disiplin ilmu, dan alat - untuk mencapai dan mendukung kesuksesan bisnis. Six Sigma disebut strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal, yaitu DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control ) dan alat karena digunakan bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto (Pareto Chart) dan Histogram. Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis, tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam filosofi six sigma.

Selanjutnya ada Faktor-faktor penting dalam implementasi Six Sigma, mau tau? ini dia :
Faktor penting dalam implementasi Six Sigma

  1. Dukungan dari Top level. Six sigma menawarkan pencapaian yang terukur yang tidak akan mampu ditolak oleh pemimpin perusahaan, yang dikerjakan oleh seorang super star yg sangat tahu apa yg harus dilakukan di bidangnya (Black Belt, Project Champion, Executive Champion).
  2. Tim yang hebat. Para Executive Champion, Deployment Champions, Project Champions, Master Black Belts, Black Belts, dan Green Belts adalah orang-orang yg terlatih dengan baik untuk mengerjakan proyek Six Sigma.
  3. Training yg berbeda dgn yg pernah ada.Anggota proyek Six Sigma adalah mereka yg pernah ditraining secara khusus dengan biaya antara $15,000-$25,000 per Black Belt, yg akan dibayar melalui saving yg didapat dari setiap proyek Six Sigma.
  4. Alat ukur yg baru, dengan menggunakan DPMO (Defects Per Million Opportunities) yang berhubungan erat dgn Critical to Quality (CTC) yg diukur berdasarkan persepsi customer, yg bisa dibandingkan antar departemen atau divisi dalam satu perusahaan.
  5. Tradisi perusahaan yg baru, yaitu mempromosikan usaha untuk melakukan peningkatan kualitas secara terus menerus.

Prosesnya

Langkah pertama adalah pembuatan keputusan oleh manajemen senior untuk terlibat dalam upaya tersebut. Karena akan membutuhkan sumber daya yang penting untuk organisasi keputusan ini harus dibuat oleh eksekutif kepala dan laporan langsung nya. Kemudian diadakan seminar eksekutif, biasanya satu sampai dua hari, untuk tim eksekutif untuk mempelajari pendekatan dasar dan mendiskusikan peran pribadi mereka. Salah satu peran penting adalah memilih "Champions", manajer senior yang akan mengawasi kerja aktual dari enam tim sigma. Perusahaan kemudian menyediakan kursus khusus untuk juara, biasanya tiga sampai lima hari yang panjang. Selama kursus metode dasar Six Sigma yang diperkenalkan dan Champions mulai bekerja keras saat para pemimpin tim (sering disebut sabuk hitam) akan terlibat. Beberapa perusahaan menyebutnya sebagai 'tim perbaikan proses' dan ' spesialis perbaikan proses ' tapi singkatan ini kurang diperhatikan serta mulai ditinggalkan, kemudian muncul istilah dalam karate "sabuk hitam" dan menjadi lebih populer


Contoh nyata dari Metode yang digunakan General Electric dan beberapa organisasi lain untuk meningkatkan proses ( termasuk didalamnya proses produksi ) ada 5, diringkas dengan inisial DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). 

1. Fase menentukan masalah (Define)

Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratan pelanggan, dan membangun tim. fase ini tidak banyak menggunakan statistik, alat-alat (tools) statistik yang sering dipakai pada fase ini adalah diagram sebab-akibat (Cause and Effect Chart) dan Diagram Pareto (Pareto Chart). Kedua alat (tool)statistik tersebut digunakan untuk melakukan identifikasi masalah dan menentukan prioritas permasalahan.[butuh rujukan]

Menentukan masalah

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menentukan masalah adalah
  • Spesifik, menjelaskan secara tepat apa yang salah, bagian proses mana yang salah dan apa salahnya.
  • Dapat diamati, menjelaskan bukti-bukti nyata suatu masalah. bukti-bukti tersebut dapat diperoleh baik melalui laporan internal maupun umpan balik pelanggan.
  • Dapat diukur, menunjukkan lingkup masalah dalam suatu ukuran.
  • Dapat dikendalikan, masalah harus dapat diselesaikan dalam rentang waktu tertentu. Apabila masalah terlalu besar maka dapat dipecah-pecah sehingga dapat lebih dikendalikan.

Suara Pelanggan ("Voice of Customer" - VOC)

Adalah ekspresi dari kebutuhan dan keinginan customer. Bisa specifik – “Saya butuh pengiriman dalam 3 hari” bisa juga ambiguous – “Pengiriman yang lebih cepat”. VOC dapat dibandingkan dengan data internal (“Voice of the Process”) untuk menilai proses performance atau process capability kita saat ini.
Untuk mengevaluasi tingkat pentingnya sebuah spesifikasi, biasa digunakan diagram kano. Diagram ini membagi spesifikasi dari pelanggan menjadi tiga jenis, harus ada (must be), Kemampuan (Performance) dan pemuas (delighter), dan membandingkan dengan tingkat keberadaan suatu spesifikasi.

CTQ (Critical to Quality)

Setelah semua varibel yang dipandang penting oleh pelanggan didapatkan dan diberi nilai terukur (varibel terukur tersebut disebut CTQ). Dengan kata lain, CTQ adalah sebuah karakteristik dari sebuah produk atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan ( internal ataupun eksternal).


SIPOC ("Supplier - Input - Process - Output - Customer")

Diagram SIPOC adalah grafik yang membantu mengidentifikasi semua elemen yang relevan dari sebuah proses. SIPOC membantu melihat hubungan antara proses beserta input dan outputnya.
SIPOC.gif

2. Pengukuran (Measure)

Measure adalah fase mengukur tingkat kinerja saat ini, sebelum mengukur tingkat kinerja biasanya terlebih dahulu melakukan analisis terhadap sistem pengukuran yang digunakan.


Analisis Sistem Pengukuran

Masalah yang muncul dalam pengukuran adalah variabilitas pengukuran yang dinyatakan dalam varian( variance ). Varian total suatu pengukuran berasal dari varian yang ditimbulkan oleh produk (part to part) dan varian akibat kesalahan pengukuran (gage).
Sumber variability dalam hasil pengukuran adalah
Gage.gif

Analisis Kapabilitas Proses

Kapabilitas suatu proses menggambarkan seberapa pas (uniform) proses tersebut. Analisis kapablitas proses dilakukan dengan memperbandingkan kinerja suatu proses dengan spesifikasinya, suatu proses memiliki kapabilitas bila semua nilai variabel yang mungkin, berada dalam batas spesifikasi.
Kapabilitas suatu proses bisa ditentukan dengan:
- Cp dan Cpk
- Pp dan Ppk
- Proses Sigma


3. Analisis (Analyze)

Fase analisis (analyze) merupakan fase mencari dan menentukan akar atau penyebab dari suatu masalah. Masalah-masalah yang timbul kadang-kadang sangat kompleks sehingga membingungkan antara mana yang akan dan tidak kita selesaikan.

Diagram Pareto (Pareto Chart)

Diagram pareto digunakan untuk melakukan prioritas terhadapa masalah-masalah yang harus ditangani dengan aturan pengelompokan 80-20, 20% dari kecacatan akan menyebabkan 80% masalah.

Diagram sebab-akibat ( Cause & Effect Chart )

Diagram sebab-akibat ( Cause & Effect Chart)digunakan untuk mengorganisasi hasil informasi brainstorming dari sebab-sebab suatu masalah. Diagram ini sering disebut juga dengan diagram fishbone karena bentuknya yang mirip dengan tulang ikan, atau diagram ishikawa untuk menghormati sang penemu.

Uji hipotesis rata-rata

Umumnya uji hipotesis rata-rata digunakan untuk menetapkan faktor kausatif (x) dengan cara menginformasikan sumber-sumber variasi. Disamping itu, digunakan juga untuk menunjukan perbedaan yang signifikan antara data awal (baseline) dengan data yang diambil setelah perubahan (improvement), dilakukan.


4. Pengembangan (Improve)

Pengembangan (Improve) adalah fase meningkatkan proses(x) dan menghilangkan sebab-sebab cacat. Pada fase pengukuran (measure) telah dinetapkan variabel faktor (x) dan untuk masing-masing variabel respons(y). Sedangkan pada fase pengembangan i(improve) banyak melibatkan uji perancangan percobaan ( Design of Experiment ) atau disingkat DoE. DoE merupakan suatu pengujian dengan mengubah variabel faktor sehingga penyebab perubahan pada variabel respon diketahui.
Desain Taguchi (Taguchi Design) merupakan perancangan parameter (robust), yaitu metode atau teknik perancangan produk atau proses terfokus pada minimalisasi variasi dan sensitivitas tingkat bising(noise).


5. Pengendalian ( Control )

Pengendalian (Control) adalah fase mengendalikan kinerja proses (x) dan menjamin cacat tidak muncul kembali. Alat (tool) yang umum digunakan adalah diagram kontrol (Control chart). Fungsi umum diagram kontrol adalah, sebagai berikut :
  • Membantu mengurangi variabilitas.
  • Memonitor kinerja setiap saat.
  • Memungkinkan proses koreksi untuk mencegah penolakan.
Gimana Sahabat Hafiidh Share, kalian sudah tau kan apa itu Six Sigma beserta Contoh Metode Prosesnya, sampai sekian posting saya kali ini.. nantikan postingan ku selanjutnya..
Terimakasih Atas kunjungannya, Bye..

Link Sumber :
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Six_Sigma

Jumat, 11 Maret 2016

TUGAS 1


Hallo sahabat HafiidhShare :-)
Diposting kali ini saya akan memberikan informasi tentang IT Infrastructure Library (ITIL).

Apa itu IT Infrastucture Library?
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI).
ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI).

ITIL dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).

Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:
* ITIL Core Publikasi
* ITIL Pelengkap Bimbingan
* ITIL Web Support Services

Nah gimana? udah tau kan apa itu IT Infrastructur Library? hmmm
kemudian saya akan ngasih tau nii proses-proses utama dari IT Infrastructur Library.

Yang pertama ada
1. Service Strategy
Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.
Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:
• Service Portfolio Management
• Financial Management
• Demand Management
Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.
Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

Kemudian yang kedua ada:
2. Service Design
Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
1. Service Catalog Management
2. Service Level Management
3. Supplier Management
4. Capacity Management
5. Availability Management
6. IT Service Continuity Management
7. Information Security Management

Selanjutnya yang ketiga ada:
3. Service Transition
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1. Transition Planning and Support
2. Change Management
3. Service Asset & Configuration Management
4. Release & Deployment Management
5. Service Validation
6. Evaluation
7. Knowledge Management

Yang keempat ada:
4. Service Operation Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1. Event Management
2. Incident Management
3. Problem Management
4. Request Fulfillment
5. Access Management

Yang terakhir ada :
5. Continual Service Improvement Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle
Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL secara nyata tentunya mendapat banyak sekali keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen lainnya di dalam satu perusahaan, biaya lebih efisien dan dapat diatur dengan baik, serta perubahan-perubahan IT yang dapat lebih mudah untuk diatur, dan masih banyak keuntungan lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada income perusahaan itu sendiri.


framework ITIL dikembangkan sejak 1980-an oleh Office of Government Commerce (Departemen Perdagangan) Inggris sebagai guidance bagi organisasi/perusahaan di sana. Pertengahan 1990-an, ITIL diakui dunia menjadi standar de facto di bidang service management. ITIL menyediakan sekumpulan best practice yang lengkap dan konsisten untuk ITSM, serta mempromosikan pendekatan kualitas untuk mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi dalam penggunaan sistem informasi. ITIL mencakup 8 aspek, yakni: dukungan layanan, delivery, rencana pengembangan, manajemen infrastruktur TI, manajemen aplikasi, perspektif bisnis, manajemen sekuriti, dan manajemen aset software.
Saat ini ITIL telah memiliki paket materi dan menyediakan kursus pelatihan, ujian dan sertifikasi. Sebagai sebuah framework, ITIL telah memasuki versi terbaru, yaitu ITIL V3 – Service Life Cycle.
Menurut Santosh Nair, Direktur Birlasoft, sebelumnya Birlasoft menggunakan beragam perangkat help desk. Hanya saja, perangkat itu fungsinya terbatas. Semisal, tidak cocok (compliant) dengan proses ITIL; fitur IT Asset Management tidak tersedia sehingga sulit melacak aset; tidak ada fitur untuk persetujuan proses; keterbatasan dalam hal Service Level Agreement ataupun Change Management; tidak ada mesin alur kerja untuk mengotomasi proses; hingga terbatasnya fungsi pelaporan dan notifikasi e-mail. “Semua itu menyebabkan banyak kerja manual, informasi pengguna tidak terlacak secara akurat, kesulitan untuk cocok dengan ITIL dan lisensi software. Akibatnya, ada ketidakpuasan dari para pelanggan dan staf administrasi TI,” ungkap Nair.

Nah itu dia proses-proses dari IT Infrastructur Library, Postingan kali ini cukup sampai disini, nantikan postingan ku selanjutnya, Terimakasih atas kunjungannya, byee....

Link Source :
http://www.google.co.id
https://mumtazgalery.wordpress.com/2013/12/11/apa-sih-it-infrastruktur-library-itil-itu/ 


Selasa, 01 Desember 2015

TOU_TUGAS 5_ Pengalaman Organisasi



Haii Sobat hafiidhshare..
Gimana kabar kalian saat ini ...
Kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman berorganisasi yang pernah saya ikuti...

Organisasi Karang Taruna

Karang Taruna lahir diindonesia pada tanggal 26 september dijakarta. Dengan kehadiran Karang Taruna ini merupakan perwujudan semangat kepedulian generasi muda untuk turut mencegah dan menanggulangi masalah kesejahteraan sosial dimasyarakat, terutama yang dihadapi remaja maupun anak - anak dilingkungannya.

  Saya disini sebagai ketua  Karang Taruna di RT saya, Sejak Organisasi KT di RT saya berdiri,  saya da pat kenal lebih dekat dengan teman - teman remaja, maupun warga dilingkungan RT 11, selain itu saya juga dapat menambah ilmu sosial dalam memecahkan masalah kesejahteraan sosial dimasyarakat.

- Contoh nya kegiatan Bank Sampah
Kegiatan ini dapat menanggulangi sampah yang ada diwarga maupun mencegah penyakit DBD, dengan adanya kegiatan bank sampah warga tidak perlu risih ataupun bingung, sampah2 ini mau dibuang kemana?
kegiatan bank sampah ini akan dilakukan oleh anggota karang taruna untuk megambil sampah2 yang ada di warga setiap minggu nya. kemudian sampah akan dibersihkan setelah dibersihkan lalu dijual.

 Selain sisi positifnya adapun sisi negatifnya yaitu masalah - masalah yang terjadi dalam organisasi yaitu

1. Bertengkar antara individu, terjadi karena ketidak sukaan dengan tingkah laku maupun lisan yg diucapakan.
2. Dari individu banyak yang ngeluh bahwa kegiatan Karang Taruna memberatkan
3. Dalam mengadakan kegiatan kekurangan dana/biaya yang di butuhkan, baik kegiatan 17 agustusan, maulid Nabi, dan lain-lain,
4. Warga tidak yang senang dengan sifat seorang anggota yang bersifat semenah - menah maupun bahasa yang digunakan tidak sopan seperti nama binatang.

Nah itu lah pengalaman Organisasi yang saya ikuti...
Sekian sampai disini, terima kasih atas kunjungannya, nantikan postingan saya selanjutnya..

Senin, 26 Oktober 2015

TOU_2_TUGAS1_MERANGKUM 280-294



FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN PERILAKU
Setiap manusia memiliki sifat, sikap dan perilaku yang berbeda-beda. Ada yang memiliki perilaku yang buruk, ada juga yang baik. Setiap sikap dan perilaku yang dimiliki masing-masing orang akan mempengaruhi kehidupannya. Sesorang yang memiliki sikap dan perilaku yang baik, maka akan disegani dan disantuni oleh orang-orang disekitarnya juga. Sedangkan orang yang memiliki perilaku buruk, maka orang itu pun akan mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan pula dari orang-orang disekitarnya.
            Sikap dan perilaku memiliki hubungan satu sama lain. Sikap memiliki pengaruh dalam menentukan sebuah perilaku seseorang. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa sikap memprediksi perilaku masa depan secara signifikan dan memperkuat keyakinan semula dari Festinger bahwa hubungan tersebut bisa ditingkatkan dengan memperhitungakn variable-variabel pengait.
            Selain itu, terdapat pula variable-variabel yang mempengaruhi pembentukan sikap dan perilaku sesorang. Faktor pertama adalah faktor genetika (faktor keturunan). Faktor ini berasal dari sifat/karakter perilaku bawaan dari orang tua yang menurun ke anaknya. Selain faktor genetika,kebiasaan akan melakukan sesuatu hal dalam sebuah keluarga, akan mempengaruhi pembentukan karakter sikap dan perilaku seseorang. Kedua, faktor norma social. Faktor norma social disini adalah dalam arti tekanan dari lingkungan. Lingkungan dan pergaulan seseorang akan mempengaruhi pembentukan perilaku seseorang. Ketiga, faktor kontrol perilaku pribadi. Faktor ini timbul dari dalam diri seseorang (internal), bagaimana seseorang berpikir mengenai perilaku yang dimilikinya, baik itu perilaku yang baik atau buruk. Hal ini lebih menuju kepada kepercayaan seseorang mengenai kemampuan diri nya, dan mengenai sulit tidaknya melakukan suatu perilaku
 Untuk menjelaskan perilaku manusia dengan generalisasi yang berlaku umur bagi semua orang adalah sangat sulit karena perilaku dipengaruhi oleh verbagai variabel. Variabel yang mempengaruhi pembentukan perilaku adalah variabel norma-norma hukum, variabel lingkungan dan veriabel psikologi. Masing-masing variabel akan dibalas dengan singkat.
            VARIABEL NORMA-NORMA HUKUM
Norma-norma hukum terdiri dari kelaziman dan aturan kesusilaan yang brlaku di masyarakat, norma-norma hukum keagamaan dan norma-norma hukum kenegaraan.
                        NORMA-NORMA KELAZIMAN
Dalam ilmu sosiologi, kelaziman disebut juga dengan istilah  folkways. Kelayiman adalah norma-norma yang tanpa melewati proses berfikir panjang akan diikuti karena dianggap baik, sopan, patut layak dan sopan, yang pada umumnya didasarkan atas kebiasaan atau tradisi dari suatu masyarakat.
ATURAN KESUSILAAN
Kesusilaan berasal dari bahasa susila, susila itu sendiri berasal dari bahasa sangsekerta, dari kata su berarti lebih baik, sedangkan sila berarti dasar, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. Istilah aturan kesusilaan menurut seorang sosiolog dari amerika serikat yang bernama William Graham Summer yang dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan moral.
            Intisari aturan kesusilaan dimanifestasikan dalam dua aspek, yaitu aspek negatif dan aspek positif. Aspek negatif dalam bentuk larangan-larangan, dan aspek positif dalam bentuk anjuran dan keharusan. Misalnya larangan yang dirumuskan dalam hukum Nabi Musa yang dikenal dasasila atau sepuluh perintah ALLAH (Ten Commandment). Dalam ajaran Wulang Reh diajarkan berbagai macam bentuk larangan sebagai ajaran moral. Misalnya yang dikenal dalam masyarakat adalah mo limo(Lima M) yang terdiri dari.
  1.      Jangan madat (jangan minum atau menghisap madat)
  2 .    Jangan main (jangan main judi)
  3.     Jangan maling (jangan mencuri)
  4.     Jangan minum (minum-minuman keras) dan
  5.     Jangan madon (jangan main dengan perempuan milik orang lain).

NORMA-NORMA HUKUM KEAGAMAAN
Norma-norma hukum keagamaan adalah norma atau aturan-aturan agama. Pada dasarnya setiap agama mengajarkan hal-hal yang baik dan benar. Ajaran agama merupakan suatu dogma, artinya merupakan suatu prinsip, suatu keyakinan yang tidak dapat diperdebatkan atau dipertentangkan lagi. Di antara agama-agama yang ada atau diakui (di indonesia) dapat dibedakan, tetapi tidak dapat dipertentangkan dan diperdebatkan.
            NORMA-NORMA HUKUM KENEGARAAN
Sepanjang para individu atau para anggota masyarakat taat  kepada kelaziman, taat kepada aturan kesusilaan, dan taat kepada norma-norma hukum keagamaa, sehingga perilaku masyarakat dapat dikontrol secara informal,maka norma-norma hukum kenegaraan tidak di perlukan. Norma-norma hukum kenegaraan itu di keluarkan oleh penguasa dalam bentuk peraturan-peraturan formal, misal nya perundang-undangan. Inggris, misalnya, negara ini tidak mempunyai undang-undang dasar. Di inggris kehidupan politik cukup di atur dengan mempergunakan konvensi. Yaitu cara-cara tertentu,yang umum dianggap baik dan benar dan yang umum di taati.

                    Timbul nya kebutuhan akan norma-norma hukum kenegaraan disebab-kan
kerena perkembangan masyarakat yang semakin dinamis dan kompleks, sehingga memerlukan suatu aturan atau ketentuan, atau norma-norma yang telah ada (kelaziman, mores dan norma-norma keagamaan).
            Norma-norma hukum kenegaraan terdiri atas peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pihak penguasa dan pentaantannya diamati oleh pihak penguasa melalui aparatnya untuk memaksakan ketaatan itu dengan memberikan sanksi bagi mereka yang melanggarnya.

                                    VARIABEL LINGKUNGAN
Ada 3 Faktor yang mempengaruhi perilaku yang dapat dikelompokkan ke dalam variabel lingkungan, yaitu keadaan alam disekitar manusia, kelompok dan kebudayaan.

            KEADAAN ALAM DI SEKITAR MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
       Kehidupan manusia tidak terlepas dari keadaan alam sekitarnya. Antara manusia dengan alam sekitarnya terdapat hubungan yang sangat erat. Dalam hal ini manusia bersifat aktif, dinamis, dan selalu berusaha mengubah keadaan alam sekitarnya.
           Yang dimaksud dengan alam sekitar ialah segala sesuatu yang ada di luar manusia yang mempunyai arti, fungsi, dan kegunaaan bagi kehidupan manusia misalnya :
 1. Gunung, laut, rawa, sungai, hutan dan sebagainya, yang selanjutnya disebut alam kodrat, karena manusia tinggal menerimanya, manusia tidak membuatnya, tinggal menerima pengaruh dari keadaan alam tersebut; dan 
2 Benda-benda buatan manusia, misalnya tempat tinggal, rumah, gedung, pabrik, jalan raya dan sebagainya.
KONDISI MASYARAKAT SEKELILING
Faktor lingkungan yang lain, yang mempengaruhi pembentukan perilaku adalah kondisi masyarakat sekeliling dimana individu itu berada atau bertempat tinggal. Kondisi masyarakat sekeliling yang dapat mempengaruhi perilaku seorang antara lain:
1.      Lingkungan yang bersih :
2.     Lingkungan yang penuh dengan kedamaian, ketentraman, kerukunan dan keakraban.
3.      Tersedianya fasilitas pergaulan seperti tempat rekreasi, tempat olahraga, tempat pertemuan, dan sebagainya.

KELOMPOK
Kelompok atua grup merupakan kumpulan manusia dengan interaksi sosial yang nyata. Dilihar dari segi interaksinya, kelompok dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelompok dengan interaksi langsung atau kelompok dengan antara hubungan langsung, dan kelompok dengan interaksi tidak langsung atau kelompok dengan antar-hubungan tidak langsung.

Next Page : www.rindyrosandiatonda.blogspot.co.id

Penerbit Buku   : ANDI YOGYAKARTA
Pengarang        :  Drs. Ig. Wursanto
Judul Buku       : Dasar - Dasar Ilmu Organisasi

TOU_2_TUGAS 4_ORGANISASI KARANG TARUNA



Sejarah Berdirinya Karang Taruna
Karang Taruna lahir pada tanggal 26 September 1980 di Kampung Melayu, Jakarta. Kelahiran gerakan ini merupakan perwujudan semangat kepedulian generasi muda untuk turut mencegah dan menanggulangi masalah kesejahteraan sosial masyarakat, terutama yang dihadapi anak dan remaja di lingkungannya.
Kepedulian tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan – kegiatan pengisian waktu luang yang positif seperti rekreasi, olah raga, kesenian, kepanduan, pengajian dan lain – lain bagi anak – anak yatim, putus sekolah, tidak sekolah, yang berkeliaran, main kartu dan lain – lain yang pada umumnya berasal dari keluarga miskin.
Dalam perjalanannya, Karang Taruna mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik jumlah maupun program kegiatannya. Hingga saat ini Karang taruna tumbuh di setiap kelurahan dan desa di wilayah Indonesia.

Program Karang Taruna yang diawali dengan kegiatan pengisian waktu luang, bertambah dan berkembang dengan kegiatan – kegiatan:
  •  Ekonomis produktif yang membantu membuka lapangan kerja/ usaha bagi warga Karang Taruna yang menganggur atau putus sekolah.
  •  Pelayanan sosial bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), seperti anak terlantar, penyandang cacat, keluarga miskin, dan lain sebagainya.
  • Partisipasi aktif dan praktis yang mendukung program – program pembangunan di desa/ kelurahan masing – masing termasuk program dari berbagai instansi.
  • Pengembangan potensi generasi muda Warga Karang Taruna dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dan lain – lain.
Sejalan dengan perkembangan Karang Taruna yang mampu memberikan peran dan kontribusi dalam pembangunan di wilayah,Karang Taruna memiliki landasan hukum yang memperkuat keberadaannya di masyarakat, yaitu:
  • Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 13/HUK/KEP/1981 tentang Susunan Oganisasi dan Tata Kerja Karang Taruna;
  • Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1983 yang menetapkan Karang Taruna sebagai salah satu wadah pengembangan generasi muda, disamping OSIS, KNPI, Pramuka, dan lain – lain;
  • Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna.


Dan pada akhirmya dengan perkembangan jaman terbentuklah karang taruna diwilayah masing-masing Tingkat RT, RW, Desa, dll. Contohnya Karang Taruna RT11/10 Perum.Griya Alam sentosa, cileungsi-bogor.
            Awalnya Mulai Terbentuk nya KT RT11/10 pada tgl 29 September 2015, Karang taruna merupakan suatu organisasi sosial perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam melaksanakan Us aha Kesejahteraan Sosial (UKS). Karang Taruna Juga Sebagai wadah pengembangan generasi muda, Karang Taruna merupakan tempat diselenggarakannya berbagai upaya atau kegiatan untuk meningkatkan dan mengembangkan cipta, rasa, karsa, dan karya generasi muda dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia.
Karang Taruna tumbuh dan berkembang atas dasar adanya kesadaran terhadap keadaan dan permasalahan di lingkungannya serta adanya tanggung jawab sosial untuk turut berusaha menanganinya. Kesadaran dan bertanggung jawab sosial tersebut merupakan modal dasar tumbuh dan berkembangnya Karang Taruna.

KEGIATAN YANG DILAKUKAN

1. Membantu/Ikut Berpatisipasi dalam kegiatan sosial dilingkungannya
seperti contoh : Kegiatan Bakti Sosial
2. Kegiatan Bank Sampah, Yaitu mengumpulkan sampah-sampah yang ada di masing-masing rumah, seperti aqua gelas, botol minuman, peralatan yg tidak terpakai, kemudian didaur ulang dan dijual.
3. Karang Taruna Membuka Warung Sendiri yang bertujuan untuk Belajar  Susahnya Mencari uang, belajar lebih mandiri, dan lain-lain.







STRUKTUR ORGANISASI



TOU_2_TUGAS_3_FASHION

DEBBY TOKO
Toko Debby adalah toko yang awalnya didirikan oleh bapak Sujanto Mardadi, toko ini sebuah toko kecil yang berada diPerum. GRIYA. Toko Debby telah beridiri sekitar 2 tahun, dan sekarang toko ini sudah membuka 2 cabang dibogor. Dan biasanya pemilik toko berbelanja di tanah abang (Jakarta), jatinegara (Jakarta), dan cikampek. Toko Debby menjual berbagai macam barang peralatan, alat-alat listrik, mainan anak-anak dan seragam seperti baju, kaos pria/wanita, celana, sepatu dan bahkan spring bad.di toko ini harga pun cukup murah, mulai dari harga seragam SD Rp 34.500 Sampai Spring bad Rp.300.000 . Biasanya toko ini memasok barang 1 bulan sebelum hari-hari besar seperti lebaran dan natal, biasanya masyarakat disana lebih sering berbelanja pada saat mau lebaran atau pun natal.
di awal karirnya Bapak Sujanto Mardadi juga pernah merasakan pahitnya berjualan tetapi alhamdulillah sekarang toko ini menjadi toko yang cukup di kenal orang di daerah sana.



STRUKTUR ORGANISASI




DAFTAR HARGA DEBBY TOKO

TOU_2_TUGAS 2_Perusahaan makanan






Holland Bakery adalah salah satu perusahaan roti terbesar di Indonesia dengan 226 outlets yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya, Lampung, Batam, Pekanbaru, Makassar dan Manado. Sebagai perintis modern bakery di Indonesia, Holland Bakery menawarkan banyak variasi roti yang menarik untuk para konsumen, yaitu kue, roti, jajanan pasar, kue-kue pesta pernikahan dan ulang tahun. Produk-produk inipun akan sangat mudah ditemukan oleh konsumen di setiap outlet karena perusahaan ini menerapkan sistem one stop shopping bakery atau sistem pendistribusian produk ke setiap toko.


 STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN



Keterangan :
A.Restaurant Genderal Manager : Orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memimpin, mengolah, dan mengawasi usaha Holland Bakery pemegang utama atas usaha ini sebagai pemilik dengan keuntungan dan resikonya.
B.Asisten Restaurant Manajemen : Dibawahnya manager, bagian yang mengatur semua jalannya usaha ini dan berhubungan dengan  penyelenggara Holland Bakery, asistent memikirkan bagaimana “Kaizen” (Improvement) dari kondisi yang sekarang sehingga hasil setiap bidangnya akan lebih baik dan akhirnya produktivitas juga akan membaik, sesuai dengan sasaran-sasaran yang diberikan Management.
C.Leadership (Menguasai Tugas dan Peranannya), yaitu seorang Team Leader  harus mempunyai kemampuan sebagai seorang manager personalia di tempat kerjanya. Dia mempunyai sifat-sifat kepemimpinan yang menonjol dan dapat menjadi tauladan bagi bawahannya.
D.Kasir : adalah orang yang bertanggung jawab atas administrasi dan keuangan Holland Bakery.
E.Sales adalah seorang penjual, dimana biasanya penilaian seorang sales diukur dari volume penjualan yang sudah dicapai (bhs gaulnya closing). Seorang sales atau salesman akan berurusan secara langsung dengan konsumen/pelanggan/klien yang menawarkan produk.
F.crew : adalah pekerja-pekerja yang bekerja dalam suatu toko, pekerja yang mendapat gaji setiap bulannya, dan bekerja setiap hari / hari tertentu untuk melayani pelanggan-pelanggan yang datang ke Holland.


DAFTAR MENU DAN HARGA







Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More